Lifestyle

Kurangi Sampah Plastik, Ajinomoto Ganti Kemasan Plastik Jadi Kertas

Sampah plastik masih menjadi salah satu permasalahan lingkungan di Indonesia hingga saat ini. Berdasarkan data The World Bank 2021, Indonesia menghasilkan sekitar 7,8 juta ton sampah plastik setiap tahun. Sebanyak 4,9 juta ton sampah plastik tidak dikelola dengan tepat. Misalnya tidak dikumpulkan, dibuang di tempat pembuangan terbuka, atau bocor dari tempat pembuangan sampah yang tidak dikelola dengan baik.

Pemerintah Indonesia sendiri setiap tahunnya melakukan berbagai upaya guna menurunkan jumlah sampah plastik. Salah satunya dengan menerapkan kebijakan pelarangan kantong plastik sekali pakai di pasar tradisional, supermarket modern, dan minimarket, sejak Juli 2020. Pemerintah mengajak para pelaku usaha untuk bertanggung jawab melakukan pengurangan sampah produk.

Hal ini disampaikan Kepala Subdirektorat Tata Laksana Produsen, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Ujang Solihin Sidik pada konferensi pers, Sabtu (23/4/2022). "Dimulai dari kemasan produk, wadah atau kontainer sejak desain, produksi, distribusi, ritel, konsumsi, dan pasca konsumsi dengan tetap menangani limbah proses produksi yang dihasilkan dengan baik," ucapnya. Karenanya PT Ajinomoto Indonesia berkomitmen mendukung pemerintah untuk mengurangi penggunaan plastik. Salah satu upaya adalah dengan meluncurkan produk MSG AJI NO MOTO®. Menggunakan kemasan kertas (paper packaging).

“Ini adalah bentuk upaya kami dalam mewujudkan tanggung jawab dan komitmen perusahaan dalam melestarikan lingkungan di Indonesia," ungkap Corporate Planning Director PT Ajinomoto Indonesia, Rina Sukaesih. Selain itu, PT Ajinomoto Indonesia juga mengurangi penggunaan plastik pada produk lainnya seperti: Masako® sejumlah 8,4% dalam setiap kemasan 9gr dan Sajiku sejumlah 9,5% di setiap kemasannya. Di sisi lain, upaya ini juga diambil oleh publik figur sekaligus artis Artika Sari Devi Ibrahim. Ia pun berbagi cerita dalam menerapkan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.

Menurutnya, perilaku mencintai lingkungan perlu diterapkan sedini mungkin. Serta dapat dilakukan dengan mengajak orang orang dari lingkungan terdekat. "Di antaranya menerapkan sistem 3R (reduce, reuse, recycle), menggunakan produk produk yang ramah lingkungan, memilah sampah, menghemat air, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, hingga mencoba membuat pupuk kompos bersama anak anak,” pungkasnya. Dengan mengganti kemasan menjadi paper packaging ini, dapat mengurangi penggunaan plastik hingga 30%.

Artikel ini merupakan bagian dari KG Media. Ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.